Minggu, 13 Oktober 2019

Keragaman dan Kaunikan Struktur Kimia Alkaloid

Pada blog sebelumnya, saya telah membahas tentang kedua senyawa lain yang merupakan metabolit sekunder yaitu keragaman dan keunikan dari struktur terpenoid dan juga flavonoid serta juga telah dibahas potensi pemanfaatan dari senyawa tersebut. Selanjutnya untuk blog kali ini, kita akan membahas tentang struktur dan keunikan dari alkaloid yang hampir mirip dengan sebelumnya.
Sebelum itu, kita harus tahu terlebih dahulu tentang alkaloid ini. Alkaloid ini juga termasuk dalam metabolisme sekunder. Pada strukturnya, alkaloid ini minimal harus memiliki atom N atau nitrogen dalam senyawanya dan dikelompokkan dalam sebuah senyawa heterosiklik. Dilihat berdasarkan namanya dapat diketahui bahwa alkaloid ini memiliki sifat yang mirip dengan alkali, mengapa? Hal ini dikarenakan N yang memiliki satu pasang elektron yang dapat disumbangkan dengan atom lain senhingga dengan mudah dapat bereaksi dengan zat lain atau senyawa lain. Berikut merupakan salah satu contoh alkaloid:
Morfin
Nikotin
Telah dijelaskan sebelumnya bahwa alkaloid ini mempunyai atom N yang membuatnya bersifat seprti alkali dan juga selain itu ia juga memiliki sifat sebagai basa. Pembentukan biosintesis ini didasari oleh reaksi mannich yang mana yang bereaksi adalah aldehid dan juga suatu amina primer atau juga sekunder lalu juga bisa senyawa enol/fenol. Bukan hanya reaksi yang telah dijelaskan sebelumnya, namun juga ada reaksi lain yang membantu pembentukan alkaloid ini yaitu reaksi rangkap oksidatif dan metilasi. Nantinya basa akan bereaksi dengan karbanion untuk membentuk suatu basa.
Keragaman dari struktur alkaloid ini dikarenakan fragmen dari jalur mevalonat, fenilpropanoid dan poliasetat yang terlibat dalam pembentukannya. Alkaloid ini sendiri tersebar dalam tanaman, namun juga ada tanaman yang tidak mengandung flavonid.
Alkaloid ini memiliki banyak penggolongan, diantaranya yaitu:
Berdasarkan biosintesis asam amino:
1.      True alkaloid
2.      Pseudo alkaloid
3.      Proto alkaloid
Berdasarkan struktur kimia inti alkaloid:
1.      Inti piridina dan piperisina, contohnya arekolina
2.      Inti tropan,contohnya hiosiamina
3.      Inti kuinoline, contohnya kinina
4.      Inti isokuinolina, contohnya emetina
5.      Inti indol, contohnya striknina
6.      Inti imidazol, contohnya imidazol
7.      Inti purina seperti kafeina
8.      Inti steroida, contohnya protoveratrina
Berikut contoh tanaman yang mengandung alkaloid:
1.      Daun sirih

2.      Kulit buah delima

3.      mengkudu



Permasalahan
1. Berdasarkan sumber-sumber yang saya baca, alkaloid ini banyak ditemukan pada tanaman, Jelaskan apakah bisa hewan atau mikroorganisme ini terdapat alkaloid?
2. Alkaloid memiliki sifat basa, apakah bisa alkaloid ditemukan tidak bersifat basa, melainkan asam?
3. Bagiamana acar kita mengidentifikasi apakah tanaman yang kita jumpai terdapat alkaloid atau tidak?

Jumat, 11 Oktober 2019

Potensi Pemanfaatan Flavonoid untuk Makhluk Hidup


Hai teman-teman, kali ini saya akan mengulas sedikit tentang pemanfaatan dari flavonoid yang telah kita pelajari sebelumnya. Dari blog sebelumnya saya telah memaparkan sedikit ulasan tentang flavonoid dan juga jenisnya. Kita dapat mengetahui bahwa flavonoid ini hanya dapat dihasilkan dari tumbuhan disekitar kita dan terdapat pada setiap bagian dari tumbuhan itu sendiri.
Salah satu pemanfaatan yang umum pada flavonoid ini sendiri adalah sebagai antioksidan. Kita tentu tahu bahwa antioksidan ini sangat bermanfaat sebagai penangkal oksidan begitupula radikal bebas yang ada di dalam tubuh kita. Radikal bebas sangat terkenal sebagai penyebab penyakit-penyakit pada manusia. Antioksidan sendiri sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia untuk menangkal radikal bebas, oleh sebab itu kita disarankan agar mengonsumsi makanan yang kaya akan antioksidan.
Banyak makanan yang kita makan mengandung flavonoid, akan tetapi harus selalu diperhatikan cara memasak yang kita gunakan agar kandungan flavonoid yang ada dalam tanaman tersebut tetap terjaga. Sehingga kita dapat merasakan manfaat dari flavonoid sendiri. Flavonoid juga ada dijual dalam bentuk suplemen, akan tetapi lebih baik mengonsumsinya dengan cara memakan buah atau sayur yang sehat.
Contoh senyawa Flavonoid
APIGENIN

Merupakan salah satu senyawa flavonoid yang terdapat pada tumbuhan atau tanaman seledri.

Apigenin ini sendiri dapat digolongkan sebagai senyawa flavon. Salah satu fungsi dari senyawa ini adalah dapat mencegah terjadinya kerusakan ginjal pada tubuh manusia.

GENISTEIN

Genistein ini sendiri merpakan senyawa flavonoid yang banyak terdapat dalam kedelai dan juga masih ada tanaman lain. 

Digolongkan dalam senyawa isoflavon. Biasanya ditemukan dalam bentuk aglikonnya. Genistein ini dinilai sebagai antioksidan yang baik pada tubuh hewan maupun tubuh kita manusia.

PHLORETIN

Dapat digolongkan pada senyawa flavonoid kalkon yang mana zat ini banyak terdapat atau terkandung didalam buah apel yang sering kita konsumsi tentusaja.
Fungsinya dapat mengurangi dampak radikal bebas pada tubuh kita yang mengakibatkan penuaan. Sehingga sangat berpotensi digunakan dalam bentuk produk scincare.
Permasalahan
1. Kita mengetahui bahwa tahu, tempe dan susu kedelai merupakan produk dari pengolahan kacang kedelai yang memiliki cara pengolahan yang berbeda-beda, yang mana kacang kedelai ini dinilai sangat bermanfaat bagi tubuh dan memiliki flavonoid yang baik. Jelaskan tanggapan anda yang mana yang mana yang lebih banyak mengandung flavonoid dan sebabnya?
2. Seorang perokok biasanya terlihat lebih tua dibandingkan usianya, apakah bisa dengan mengonsumsi flavonoid hal tersebut efeknya berkurang?

3. Teh dan kopi merupakan kedua jenis minuman yang biasanya dikonsumsi orang dewasa sekarang. Jelaskan mana yang lebih efektif untuk mengurangi dampak dari radikal bebas dalam tubuh kita akibat asap rokok dan lain-lain?

Minggu, 22 September 2019

Keragaman dan Keunikan Struktur Kimia Flavonoid


Hai teman-teman.
Setelah pembahasan yang panjang mengenai terpenoid yang telah dijelaskan pada 2 blog sebelumnya kita akan melanjutkan membahas tentang flavonoid yang biasanya beerdampingan fungsinya dengan terpenoid yang masih sama-sama merupakan golongan dari metabolit sekunder.
Secara umum, flavonoid ini dapat didefinisikan sebagai suatu senyawa yang merupakan salah satu kelompok dari metabolit sekunder yang biasanya dihasilkan oleh tanaman. Tanaman yang biasanya menghasilkan flavonoid ini sendiri adalah golongan polifenol. Biasanya senyawa ini banyak terdapat pada banyak bagian dari tanaman yaitu daun, akar, bunga, buah, biji dan lainnya.
Flavonoid ini kerangka strukturnya mengandung C6-C3-C6 dalam senyawanya. Contohnya yaitu:

Berdasarkan kerangka diatas kita dapat menentukan cincin aromatik A dan juga cincin aromatik B dan cincin yang ditengah berupa cintin heterosiklik yang mengandung oksigen. Flavonoid diketahui memiliki fungsi sebagai antioksidan yang baik. Serta masih banyak lagi fungsi dari flavonoid.
Flavonoid ini sendiri banyak ditemukan dalam makanan dan minuman yang sering kita konsumsi seperti buah-buahan, teh, cokelat dan lainnya. Flavonoid ini dapat dibagi menjadi beberapa kelompok seperti flavon, flavonol, flavanon, flavanonol, flavanol atau ketekin, antonianin dan juga chalcone.



  • Flavon merupakan salah satu kelompok dari flavonoid yang banyak terdapat pada daun, buah.
  • Flavonol adalah flavonoid dengan kelompok keton pada senyawanya biasanya terdapat pada buah dan sayuran.
  • Flavanon adalah salah satu kelompok flavonoid yang biasanya terdapat pada buah jeruk, lemon dan anggur yang memiliki manfaat untuk mengatasi radikal bebas.
  • Isoflavonoid merupakan kelompok yang biasanya ditemukan pada kacang-kacangan seperti kedelai dan tanaman polong lain.
  • Neoflavonoid adalah kelompok senyawa flavonoid yang terdapat kelas senyawa polifenol.
  • Flavanol atau katekin merupakan turunan dari senyawa 3-hidroksi dari flavanon yang multisubsitusi.
  • Antosianin adalah kelompok yang bertanggung jawab pada warna tanaman, bunga dan buah.
  • Chalcone merupakan subkelas flavonoid yang tidak ada cincin C pada dasarnya dan biasanya disebut sebagai flavonoid terbuka.


Permasalahan.
1. Rokok dikenal sebagai sesuatu yang banyak digunakan oleh manusia yang memiliki banyak radikal bebas atau oksidan. Untuk mengatasi radikal bebas tadi diperlukan yang namanya antioksidan. Flavonoid dikenal memiliki aktivitas antioksidan yang baik. Bagaimana pendapat anda tentang mengonsumsi tanaman yang mengandung flavonoid untuk mengurangi dampak radikal bebas pada perokok?
2. Banyak sayuran yang kita makan mengandung senyawa flavonoid. Apakah memasak sayur akan mempengaruhi flavonoidnnya? Bagaimana cara memasak agar kandungan flavonoidnnya tetap ada dalam sayur tersebut?
3. Menurut anda, apakah semua kelompok dari flavonoid berperan sebagai antioksidan?

Kamis, 12 September 2019

Potensi pemanfaatan terpenoid untuk makhluk hidup

Pada blog saya sebelumnya anda akan mengetahui tentang apa itu terpenoid. Nah setelah kita membaca tentang terpenoid, kita akan mengetahui bahwa terpenoid ini sangat erat kaitannya dengan terpene. Terpene ini sendiri identik dengan wangi-wangian, dan wangi-wangian ini sangat berhubungan dan memiliki banyak manfaat dalam bidang kesehatan yang bermanfaat bagi manusia.

Contoh kegunaan atau pemanfaatan terpenoid pada makhluk hidup

Pemanfaatan dalam Bidang Industri
Diatas telah jelaskan bahwa terpene sendiri memiliki cirikhas bau yang wangi sehingga dapat membuat kita candu akan wanginya. Oleh sebab itu, banyak tumbuhan atau tanaman digunakan atau diproduksi sebagai aromaterapi atau parfum atau segala macamnya yang sejenis. Selain membuat candu, wanginya ini dapat digunakan sebagai aromaterapi yang sangat bermanfaat bagi tubuh manusia. Contohnya pada lavender terdapat senyawa terpenoid yang bernama linalool yang merupakan salah satu jenis terpenoid yang hanya memiliki satu unit terpene. Linalool ini lah yang berfungsi sebagai aromaterapi tadi, yang dapat memberikan efek menenagkan. Serta masih banyak contoh yang lain lagi.

Pemanfaatan dalam Bidang Kesehatan
Tidak hanya untuk aromaterapi, terpenoid ini juga banyak fungsinya dalam kesehatan. Contohnya beta caryophyllene yang ditemukan pada basil, lada hitam dan ganja sudah terbukti memiliki manfaat anti-inflamasi, antioksidan, dan dapat menghilangkan rasa sakit.

Selanjutnya ada menthol yang biasanya digunakan untuk anastesi pada bidang kesehatan oleh kebanyakan rumah sakit.
Tidak hanya contoh yang diatas saja, namun juga ada senyawa terpenoid yang dapat menahan pembelahan sel, yang mana senyawanya adalah taksodon dan vernomenin yang memiliki efek fisiologis pada tubuh manusia sehingga ia dapat menahan pertumbuhan tumor yang ada didalam tubuh.

Permasalahan :
1. Senyawa terpenoid memiliki banyak manfaat untuk tubuh manusia, salah satunya  ada taksodon dan vernomenin yang dapat menghambat pertumubuhan tumor. Apabila seseorang yang masih dalam masa pertumbuhan terkena tumor, dan meminum obat yang mengandung kedua senyawa tersebut. Apakah pertumbuhan tubuh orang tersbut akan terganggu?
2. Berdasarkan sumber yang saya baca, didalam tanaman ganja terkandung senyawa terpenoid dan  senyawa lain yang memiliki fungsi atau manfaat yang baik bagi tubuh. Namun yang kita tahu bahwa ganja ini sendiri merupakan salah satu jenis dari narkotika. Menurut anda, apakah bisa tanaman ganja ini digunakan untuk obat-obatan dan mengesampingkan bahwa ganja ini sendiri adalah narkotika?
3. DiIndonesia banyak sekali tanaman-tanaman yang memiliki banyak khasiat. Menurut anda apakah tanaman tersebut berkhasiat karena mengandung terpenoid? Lalu bagaimana pendapat anda apabila ada tanaman yang tidak mengandung terpenoid?

Keragaman dan Keunikan Struktur Terpenoid

Terpenoid merupakan suatu bentuk senyawa yang sangat beragam dan banyak yang merupakan produk alami. Senyawa ini berasal dari senyawa terpene yang berhubungan erat dengan model kepala ke ekor atau head to tail. Terpen sendiri merupakan suatu senyawa hidrokarbon yang mempunyai rumus molekul (C5H8)n. Perlu kita ketahui bahwa terpene ini sangat identik dengan wangi-wangian. Terpenoid biasanya juga dibilang sebagai isoprenoid. Kenapa sihh??
Terpenoid sering sebut isoprenoid karena kerangka karbonnya yang sama pererti isoprene, sekarang kita  dapat mengetahui bahwa isoprena sangat berkaitan dengan yang namanya terpenoid. Oleh sebab itu, kita harus terlebih dahulu tahu tentang struktus dari isoprena ini. Jadi bentuk struktur dari isoprena ini sendiri adalah :

Setelah kita tahu bentuk dari isoprena saatnya kita untuk mengetahui bentuk dari terpene. Jadi terpene (unit isoprene) memiliki bentuk sebagai berikut:
Terpene atau unit isoprene ini dapat berbentuk siklik, tidak hanya rantai terbuka. Lalu juga dapat mengandung yang namanya ikatan rangkap, gugus hidroksil, kerbonil, dan lain-lain.
Terpenoid ini sendiri biasanya diturunkan dari proses atau jalur yang disebut asam mevalonat.
Berdasarkan jumlah unit isoprena yang ada dalam suatu senyawa, terpenoid sendiri dibedakan menjadi beberapa macam, yaitu hemiterpenoid, monoterpenoid, seskuiterpenoid, diterpenoid, sasterterpenoid, triterpenoid, tetraterpenoid, dan politerpenoid.
  1. Hemiterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang mengandung hanya 1 unit isoprena yang mana isoprena mengandung 5 atom C.
  2. Monoterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang mengandung 2 unit isoprena yang memiliki 10 atom C didalamnya.
  3. Seskuiterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang mengandung 3 unit isoprena yang memiliki 15 atom C didalamnya.
  4. Diterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang mengandung 4 unit isoprena yang memiliki 20 atom C didalam senyawanya.
  5. Sasterterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang mengandung 5 unit terpene yang terdapat 25 atom C pada senyawanya.
  6. Triterpenoid, adalah senyawa terpenoid yang memiliki 6 unit terpene didalamnya dan terdapat 30 atom C pada senyawanya.
  7. Tetraterpenoid, merupakan jenis terpenoid yang memiliki 7 unit terpene yang terdapat 35 atom C pada senyawanya.
  8. Politerpenoid, merupakan jenis terpenoid yang memiliki lebih dari 7 terpene didalam senyawanya.

Contoh dari jenis-jenis terpenoid diatas:

Permasalahan :
1. Mengapa didalam suatu senyawa terpenoid ada yang memiliki rangkap dan ada yang tidak memiliki rangkap dalam unit isopren nya?
2. Mengapa terpenoid banyak digunakan dalam industri parfum?
3. Jelaskan bagaimana cara menentukan jenis dari senyawa terpenoid?

Sabtu, 31 Agustus 2019

Biosintesis Metabolit Primer dan Sekunder


Biosintesis merupakan proses pembentukan suatu metabolit dari molekul yang sederhana menjadi molekul yang lebih kompleks , dalam hal ini yang terjadi pada organisme hidup.
Metabolit sendiri dibagi menjadi dua, yaitu metabolit primer dan juga metabolit sekunder.
METABOLIT PRIMER
Metabolit primer merupakan suatu produk akhir dari hasil sintesis senyawa dalam metabolisme makhluk hidup. Akan tetapi apabila metabolit ini di produksi secara berlebihan tidak akan menguntungkan bagi yang memproduksinya. Contohnya pada sebagian besar mikroorganisme, apabila metabolit diproduksi secara berlebihan maka dapat menghambat pertumbuhannya dan juga dapat mematikan mikroorganisme itu sendiri.
Metabolit primer mempunyai fungsi yang esensial dan cukup jelas bagi kehidupan suatu organisme penghasilnya yang merupakan kompenen esensial pada tubuh yang contohnya adalah asam amino, vitamin, nukleotida, dan asam nukleat.
Karakteristik dari senyawa bahan alam metabolik primer yaitu tersebar merata dalam tiap organisme, fungsi universal, sumber energi, enzim, dan perbedaan struktur kimianya kecil.
Biosintesisi Metabolit Primer
Biosintesis Karbohidrat
  • Produksi monosakarida dengan fotosintesis
Pada tumbuhan yang berklorofil, monosakarida terbentuk melalui fotosintesis, yang merupakan proses biologis yang dapat mengubah energi elektromagnetik menjadi energi kimiawi. Dalam tumbuhan hijau terdapat dua golongan reaksi. Reaksi dengan cahaya dan reaksi enzimatik. Yang mana kedua reaksi tersebut nantinya akan menghasilkan gula yang berupa monosakarida.
  • Biosintesis sukrosa
Pembentukan sukrosa merupakan prekusor bisa untuk mensintesis polisakarida. Jalur alternatifnya sendiri terdiri dari reaksi glukosa dan fruktosa. Fruktosa 6-fosfat, telah diturunkan dari daur sintesis akan diubah menjadi glukosa1-fosfat yang akan bereaksi dengan UTP menghasilkan UDP glukosa. Setelah itu akan direaksikan lagi membentuk fruktosa 5-fosfat yang dapat membentuk sukrosa fosfat yang nantinya apabila dimodifikasi membenttuk sukrosa.

Biosintesis Lipid
Biosintesis asam lemak sendiri berjalan dengan melakukan sederet reaksi yang melibatkan dua kompleks enzim plus ATP, NADPH2, MN++, dan karbondioksida. awalnya asetat akan bereaksi dengan KoA dan asetil-KoA yang terbentuk diubah dengan karbondioksida menjadi malonil-KoA yang nantinya akan bereaksi dengan asetil-KoA yang hasilnya membentuk zantara dengan 5 unit C, yang mengalami reduksi dan eliminasi karbon dioksida yang membentuk butiril-KoA. senyawa malonil-KoA akan bereaksi kembali sehingga terbentuk zantara yang memiliki 7 atom C, yang apabila direduksi menghasilkan kapriol KoA. pengulangan reaksi tadi akan menghasilkan asam lemak yang mempunyai karbon genap.

Biosintesis Asam Amino dan Protein
Protein terdiri dari beberapa rangkaian asam amino pada strukturnya. Dialam yang kaya ini, terdapat macam dari asam amino yaitu asam amino esensial dan nonesensial, yang mana esensial tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh sehingga dibutuhkan bantuan dari bantuan makanan luar yang kita makan, berbeda dengan yang nonesensial. Biosintesis asam amino sendiri kaitannya sangat erat dengan biosintesis metabolit sekunder yang sedang kita bahas. 

METABOLIT SEKUNDER
Metabolit sekumder merupakan senyawa organik hasil proses metabolisme yang tidak memiliki fungsi dalam proses fotosintesis, pertumbuhan atau respirasi, sintesis protein, pembentukan karbohidrat, protein dan lipid. Disamping itu, meabolit sekunder juga merupakan hasil samping dari metabolisme primer.
Metabolit sekunder memiliki banyak fungsi untuk tanaman yaitu:
  • Melindungi tanaman dari serangan mikroba
  • Mempertahankan diri dari gangguan predator
  • Melawan gangguan herbivora dengan membentuk senyawa toksik yang menyebabkannya menjadi beracun
  • Perlindungan terhadap lingkungan
  • Dapat menghasilkan senyawa aleopati yang beracun bagi tanaman lain disekitarnya.
Walaupun metabolit sekunder ini sendiri memiliki banyak fungsi, namun dia tidak berfungsi pada pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Fungsinya hanya terfokuskan untuk melindungi dirinya(tanaman).
Biosintesis pada metabolit sekunder ini sangat beragam tergantung dari senyawa yang ada. Biosintesis dari metabolit sekunder ini terbagi menjadi tiga jalur yaitu :
  • Jalur asam asetat
Yang termasuk poliketida adalah asam lemak, poliasetilena, prostaglandin, antibiotika makrolida dan senyawa aromatik. Pembentukan rantai poli-β-keto digambarkan sebagai sederet reaksi Claisen, keragamannya melibatkan urutan dari β-oksidasi dalam metabolisme asam lemak. jadi 2 molekul asetil-KoA dapat ikut serta dalam reaksi Claisen tadi yang akan membantu asetoasetil-KoA yang selanjutnya berlanjut sehingga dihasilkan rantai poli-β-keto yang cukup. Enzim yang terlibat dalam biosintesis asam lemak belum terungkap secara jelas, namun dalam pembentukan asam lemak ini sendiri menggunakan enzim asam lemak sintase.
  • Jalur asam sikimat
            Jalur asam sikimat ini adalah jalur alternatif menuju senyawa aromatik, biasanya L-fenilanin, L-tirosina, dan L-triptofan. Yang mana jalur ini berlangsung pada mikroorganisme yang terdapat pada tumbuhan saja, tidak pada hewan.
  • Jalur asam mevalonat

            Terpenoid adalah contoh dari suatu bentuk senyawa yang memiliki keragaman struktur yang besar dalam produk alami yang telah diturunkan oleh unit isoprena (C5) yang bergandengan dengan model kepala ekor (head-to-tail), unit isoprena ini sendirilah yang diturunkan dari metabolisme asam asetat dengan melalui jalur asam mevalonat.

Permasalahan
1. Jelaskan perbedaan biosintesis metabolit primer dan metabolit sekunder?
2. Apasaja contoh dari metabolit sekunder yang dimanfaatkan dalam obat-obatan?
3. Jelaskan mengapa biosintesis mmetabolit primer tidak diproduksi banyak oleh tubuh?

Sabtu, 24 Agustus 2019

Prosedur dan Tahap Screening Potensi Kimia Bahan Alam


Hai teman-teman...
Kali ini saya akan membahas suatu yang menarik, yaitu tentang Screening Fitokimia.
Apasih Screening Fitokimia (Skrining Fitokimia) itu? Nah, skrining fitokimia ini adalah sesuatu perlakukan yang dilakukan untuk mengetahui gambaran tentang golongan senyawa atau senyawa yang terkandung didalam suatu ekstrak yang didapatkan dalam tanaman atau tumbuhan. Suatu ekstrak yang digunakan nantinya mengandung yang namanya metabolit sekunder yang dapat memberikan ciri khasnya dengan diidentifikasi dengan menggunakan pereaksi-pereaksi.
Prinsip yang digunakan pada skrining fotokimia ini sendiri yaitu dilakukan berdasarkan kandungan kimia yang terdapat pada tumbuhan atau bahan alam yang mempunyai senyawa target yang akan diamati.
Terdapat beberapa macam uji yang dapat dilakukan pada skrining fitokimia ini, yaitu :
Uji Alkaloid
Dengan uji ini, sampel yang sudah dipersiapkan dibebaskan dengan menggunakan kloroform yang beramonia, setelah itu disaring. Ditambahkan 1,5 – 1 ml asam sulfat dengan kosnsentrasi 2N pada hasil filtratnya, lalu dikocok hingga terdapat 2 lapisan. Lapisan yang diatas merupakan lapisan asam dipipet dan dimasukkan dalam 3 tabung, yang mana masing-masing tabung tadi akan ditetesi dengan 2 tetes pereaksi Mayer, Wagner, dan Dragendorf barulah diamati apa yang terjadi.
Uji Flavonoid
Dengan uji ini, sampel yang sudah disiapkan di teteskan pada plat tetes, setelah itu ditambahkan dengan 0,2 g logam atau serbuk Mg dan 2 tetes HCl. Hasil yang positif nantinya akan ditandai dengan perubahan warna menjadi jingga sampai merah dan juga bisa kuning.
Uji Tanin
Dengan uji ini, sampel yang telah disiapkan dalam tabung reaksi dipanaskan dengan penangas air, setelah itu barulah disaring. Setelah disaring, filtrat yang didapatkan ditambah dengan larutan besi (III) klorida 1%. Senyawa tanin nantinya akan ditandai dengan adanya endapan yang berwarna hijau.
Uji Saponin
Dengan uji ini, sampel yang ada di masukkan dalam tabung reaksi. Setelah itu ditambahkan dengan air panas sebanyak 10ml, didinginkan lalu dikocok dengan kuat selama 10 detik. Hasil yang positif ditandai dengan adanya buih atau busa yang terdapat dalam tabung reaksi kurang lebih selama 10 menit.
Uji Steroid dan Terpenoid
Dengan uji ini, sampel yang ada diekstrak dengan menggunakan pelarut n-heksana atau juga bisa petroleum eter sebanyak 2ml lalu disaring. Ekstrak yang didapat nanti diambil sedikit lalu dikeringkan diatas papan spot test lalu disaring kembali. Setelah itu barulah ditambahkan 3 tetes anhidra asetat, satu tetes asam sulfat pekat. Hasil yang positif pada golongan terpenoid akan ditandai dengan perubahan warna merah sedangka untuk golongan steroid akan ditandai dengan perubahan warna menjadi biru.

Permasalahan:
1. Bagaimana cara menguji adanya senyawa tanin pada tumbuhan dengan skrining fitokimia?
2. Jelaskan bagaimana prinsip dalam uji skrining fitokimia?
3. Jelaskan contoh dari uji steroid dan terpenoid pada skrining fitokimia


Kimia Bahan Alam untuk Makanan, Minuman dan Penyedap Rasa

Pada blog sebelumnya kita telah membahas tentang vitamin-vitamin yang esensial bagi tubuh kita, kali ini masih hampir mirip dengan yang se...